Responsive Ads Here


 

BERITA TERHANGAT



Bandung
Restorasitoday.com – Komunitas Buah Batu Corps sukses menggelar Musyawarah Besar Pimpinan Pusat di salah satu ruang pertemuan di Kota Bandung, pada hari ini Minggu, 7 Juni 2026. Mengusung semangat persatuan, kegiatan ini mengangkat tema: “Mempererat Soliditas – Meningkatkan Komitmen Menuju Organisasi yang Lebih Bermanfaat”.
 
Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dihadiri oleh jajaran pimpinan pusat, pengurus, serta perwakilan anggota dari berbagai daerah. Terlihat peserta hadir dengan atribut khas organisasi, duduk tertib mengikuti jalannya musyawarah mulai dari sambutan pembukaan hingga sesi diskusi bersama.
 
Dalam sambutannya, ketua pelaksana menegaskan bahwa musyawarah ini menjadi momen strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi selama ini, sekaligus merancang langkah kerja ke depan. “Kami berkumpul di sini bukan sekadar untuk bertemu, melainkan menyamakan langkah. Soliditas adalah pondasi utama, dan komitmen menjadi kunci agar organisasi ini benar-benar hadir memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
 
Musyawarah ini membahas berbagai poin penting, mulai dari pemantapan struktur kepengurusan, penyusunan program kerja yang berorientasi pada kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, hingga penguatan silaturahmi antar cabang. Berbagai usulan dan masukan dari peserta disampaikan secara terbuka dan bermusyawarah, sesuai dengan prinsip kekeluargaan yang dipegang teguh.
 
Ketua Umum Buah Batu Corps  Bagus dalam arahannya menyampaikan harapan besar agar hasil pertemuan ini dapat diwujudkan dalam tindakan nyata. “Semua keputusan yang diambil hari ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama. Jadikan organisasi ini wadah yang melahirkan kebaikan, mempererat persaudaraan, dan selalu berkontribusi positif bagi masyarakat,” pesannya.
 
Dengan terselenggaranya Musyawarah Besar ini, diharapkan Buah Batu Corps semakin kokoh dalam kebersamaan, semakin terarah dalam melangkah, dan senantiasa menjadi komunitas yang membawa dampak baik di tengah masyarakat luas.
 
 
 
Kalau kamu butuh versi yang lebih pendek untuk media sosial atau yang lebih rinci lagi, saya bisa sesuaikan ya.




Alfed SH
CIMAHI, Semangat nasionalisme dan ajaran Bung Karno menemukan wadah baru bagi generasi muda di wilayah Bandung Raya. Hari ini, secara resmi dideklarasikan pembentukan *Komunitas Banteng Kecil*, sebuah kolektif independen yang berbasis di Bandung Raya terkhusus nya awal gerakan ini di mulai dari Kota Cimahi. Komunitas ini menjadi rumah bagi pemuda-pemudi yang memiliki kedekatan ideologis dengan Soekarnoisme dan garis perjuangan PDI Perjuangan.

*Gerakan Ideologis, Bukan Administratif*

Berbeda dengan sayap organisasi partai politik pada umumnya, Banteng Kecil mengambil posisi unik. Komunitas ini menegaskan diri sebagai *gerakan kultural dan pemikiran*. Seluruh anggotanya tidak akan diberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) partai.

Keputusan ini diambil oleh *Pranjani H.L Radja sebagai Sekretaris PDI Perjuangan Kota Cimahi sekaligus Inisiator dan Ketua Gerakan Banteng Kecil* untuk menjaga fleksibilitas pergerakan anak muda yang ingin berkontribusi bagi bangsa melalui kacamata Soekarnoisme tanpa harus terikat secara birokrasi formal kepartaian.


*Mendapat Restu dan Dikenalkan ke Tokoh Kunci PDI Perjuangan*

Langkah awal pergerakan ini ditandai dengan diperkenalkannya Komunitas Banteng Kecil kepada sejumlah tokoh inspiratif dan pimpinan struktural partai, di antaranya:

*Adian Napitupulu* 
Komunitas ini telah diperkenalkan langsung kepada Adian Napitupulu. Bagi anak-anak muda di Banteng Kecil, Adian merupakan sosok panutan yang sangat digemari berkat rekam jejaknya sebagai aktivis tulen yang konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat kecil.
*Ono Surono & Rafael Situmorang* 
Sebagai bentuk sowan ideologis di tingkat regional, komunitas ini juga sudah diperkenalkan kepada Ono Surono (Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat) dan Rafael Situmorang. Keduanya hadir untuk support sebagai perwakilan struktural PDIP Jawa Barat sekaligus representasi wakil rakyat di DPRD Provinsi Jawa Barat yang menyambut baik inisiatif kultural ini.


*Maksud dan Tujuan Pembentukan*

Komunitas ini lahir dari keresahan akan mulai lunturnya nilai-nilai Pancasila 1 Juni di kalangan Gen Z dan Milenial. Banteng Kecil hadir untuk:

* Literasi Politik :
Menjadi ruang diskusi kritis mengenai pemikiran-pemikiran besar Ir. Soekarno.
* Pengabdian Sosial: Mengimplementasikan semangat "Marhaenisme" melalui aksi nyata di tengah masyarakat Bandung Raya.
* Inkubator Ide: 
Menyusun gagasan kreatif yang selaras dengan platform perjuangan PDI Perjuangan untuk diusulkan kepada pembuat kebijakan.
* Moto dari Komunitas Banteng Kecil:
Berteman Kita Loyal Bertarung Kita Total. Moto tersebut bukan semata mata asal terbentuk namun moto tersebut lahir dari keresahan dan analisa anak anak muda mudi yang melihat situasi dan kondisi hari ini sudah mulai tergerus terutama dalam hal kesetiaan,ketulusan, kepercayaan dan kehormatan. banyak di antara mereka yang merasa bahwa hal hal tersebut sudah hilang ditelan perkembangan zaman terutama di usia mereka yang rentang mengalami adu domba antar sesama dan tidak tulus dalam menolong atau membantu baik itu dalam lingkaran pertemanan dan ataupun dalam membantu masyarkat yang kesulitan. tentu nya analisa tersebut lahir dari teman teman banteng kecil yang memiliki keresahan hampir serupa. maka dari keresahan itulah muncul moto tersebut guna memperingati bawasan nya saat kesetiaan,ketulusan,kepercayaan,kehormatan adalah hal yang utama dalam pergerakan dan termasuk dalam nilai diri yang tidak dapat di perjual belikan. 


> Pranjani H.L Radja (Sekretaris PDI Perjuanga Kota Cimahi sekaligus Inisiator gerakan Banteng Kecil) "Kami mencintai ideologi ini dan kami percaya pada garis perjuangan PDIP, namun kami memilih untuk bergerak dari luar sistem formal. Terinspirasi dari ketegasan Bang Adian Napitupulu dalam membela rakyat, kami ingin membuktikan bahwa anak muda bisa setia pada ideologi tanpa harus masuk dalam administratif KTA

*Keanggotaan Terbuka*

Banteng Kecil mengundang seluruh pemuda-pemudi di wilayah Bandung Raya
Kab.Bandung
Restorasitoday.com : 
Informasi dari TU tersebut mengatakan Kepala Sekolah jarang ngantor karena rapat di luar setiap hari kejadian tersebut hampir sama bahkan ia ke sekolah hanya sebentar saja setelah itu keluar lagi. 

Apakah benar adanya agenda rapat yang disampaikan tersebut sebagai alasan ketidakhadiran Kepala Sekolah perlu dipertanyakan ke pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, karena hasil crosscheck kepada Kepsek SMP lain  yang berada dalam satu gugus tidak ada kegiatan yang menjadi alasan ketidakhadiran Kepsek tersebut diatas.
‎Awak media berniat untuk bertemu memiliki kepentingan untuk menjalankan tugas sebagai kontrol sosial maupun konfirmasi sebagaimana yang dilakukan rekan lain sebagai wartawan. 
‎Ada beberapa point penting yang hendak kami konfirmasikan kepada Kepsek SMPN 5 Baleendah maupun pihak sekolah yaitu tentang alokasi penggunaan Dana Bantuan Operasional atau BOS disekolah tersebut.
‎Kami selaku awak media bekerja sebagai kontrol sosial, kami perlu melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana BOS tersebut.

Jangan sampai terkesan, Pak Kepsek SMPN 5 Baleendah ini alergi atau menghindar terhadap lembaga swadaya masyarakat maupun wartawan. "Bila hal ini masih terjadi perlu ditanyakan ada apa dengan Kepsek SMPN 5 Baleendah."
Restorasitoday.com


Alfred