CIMAHI, Semangat nasionalisme dan ajaran Bung Karno menemukan wadah baru bagi generasi muda di wilayah Bandung Raya. Hari ini, secara resmi dideklarasikan pembentukan *Komunitas Banteng Kecil*, sebuah kolektif independen yang berbasis di Bandung Raya terkhusus nya awal gerakan ini di mulai dari Kota Cimahi. Komunitas ini menjadi rumah bagi pemuda-pemudi yang memiliki kedekatan ideologis dengan Soekarnoisme dan garis perjuangan PDI Perjuangan.
*Gerakan Ideologis, Bukan Administratif*
Berbeda dengan sayap organisasi partai politik pada umumnya, Banteng Kecil mengambil posisi unik. Komunitas ini menegaskan diri sebagai *gerakan kultural dan pemikiran*. Seluruh anggotanya tidak akan diberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) partai.
Keputusan ini diambil oleh *Pranjani H.L Radja sebagai Sekretaris PDI Perjuangan Kota Cimahi sekaligus Inisiator dan Ketua Gerakan Banteng Kecil* untuk menjaga fleksibilitas pergerakan anak muda yang ingin berkontribusi bagi bangsa melalui kacamata Soekarnoisme tanpa harus terikat secara birokrasi formal kepartaian.
*Mendapat Restu dan Dikenalkan ke Tokoh Kunci PDI Perjuangan*
Langkah awal pergerakan ini ditandai dengan diperkenalkannya Komunitas Banteng Kecil kepada sejumlah tokoh inspiratif dan pimpinan struktural partai, di antaranya:
*Adian Napitupulu*
Komunitas ini telah diperkenalkan langsung kepada Adian Napitupulu. Bagi anak-anak muda di Banteng Kecil, Adian merupakan sosok panutan yang sangat digemari berkat rekam jejaknya sebagai aktivis tulen yang konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat kecil.
*Ono Surono & Rafael Situmorang*
Sebagai bentuk sowan ideologis di tingkat regional, komunitas ini juga sudah diperkenalkan kepada Ono Surono (Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat) dan Rafael Situmorang. Keduanya hadir untuk support sebagai perwakilan struktural PDIP Jawa Barat sekaligus representasi wakil rakyat di DPRD Provinsi Jawa Barat yang menyambut baik inisiatif kultural ini.
*Maksud dan Tujuan Pembentukan*
Komunitas ini lahir dari keresahan akan mulai lunturnya nilai-nilai Pancasila 1 Juni di kalangan Gen Z dan Milenial. Banteng Kecil hadir untuk:
* Literasi Politik :
Menjadi ruang diskusi kritis mengenai pemikiran-pemikiran besar Ir. Soekarno.
* Pengabdian Sosial: Mengimplementasikan semangat "Marhaenisme" melalui aksi nyata di tengah masyarakat Bandung Raya.
* Inkubator Ide:
Menyusun gagasan kreatif yang selaras dengan platform perjuangan PDI Perjuangan untuk diusulkan kepada pembuat kebijakan.
* Moto dari Komunitas Banteng Kecil:
Berteman Kita Loyal Bertarung Kita Total. Moto tersebut bukan semata mata asal terbentuk namun moto tersebut lahir dari keresahan dan analisa anak anak muda mudi yang melihat situasi dan kondisi hari ini sudah mulai tergerus terutama dalam hal kesetiaan,ketulusan, kepercayaan dan kehormatan. banyak di antara mereka yang merasa bahwa hal hal tersebut sudah hilang ditelan perkembangan zaman terutama di usia mereka yang rentang mengalami adu domba antar sesama dan tidak tulus dalam menolong atau membantu baik itu dalam lingkaran pertemanan dan ataupun dalam membantu masyarkat yang kesulitan. tentu nya analisa tersebut lahir dari teman teman banteng kecil yang memiliki keresahan hampir serupa. maka dari keresahan itulah muncul moto tersebut guna memperingati bawasan nya saat kesetiaan,ketulusan,kepercayaan,kehormatan adalah hal yang utama dalam pergerakan dan termasuk dalam nilai diri yang tidak dapat di perjual belikan.
> Pranjani H.L Radja (Sekretaris PDI Perjuanga Kota Cimahi sekaligus Inisiator gerakan Banteng Kecil) "Kami mencintai ideologi ini dan kami percaya pada garis perjuangan PDIP, namun kami memilih untuk bergerak dari luar sistem formal. Terinspirasi dari ketegasan Bang Adian Napitupulu dalam membela rakyat, kami ingin membuktikan bahwa anak muda bisa setia pada ideologi tanpa harus masuk dalam administratif KTA
*Keanggotaan Terbuka*
Banteng Kecil mengundang seluruh pemuda-pemudi di wilayah Bandung Raya




